
KUPANG, GSS – Suasana di RSUD Naibonat Kamis 20 November 2025 petang, demikian beda dengan hari-hari sebelumnya. Pasiennya cukup banyak, karyawan KSP Kopdit Swasti Sari juga demikian. Semuanya membaur, menyatu dengan para pejabat pemerintah yang juga hadir di tempat itu.
Ada Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Ny. Asti Lakaleka bersama jajaran, ada Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki bersama jajaran, juga ada Ketua Yayasan Permata Sari Semarang bersama tim dokter, Direktur RSUD Naibonat Kupang, dr. Erol PA Nenobais bersama staf juga pasien bersama keluarga.
Menariknya, adalah meski jumlahnya terbilang cukup banyak, tetapi suasana tetap terjaga. Anak yang adalah pasien sumbing bibir dan langit-langit tampak bermain, juga ada yang pulas dalam pelukan orang tua.
Bahkan salah seorang pasien, tampak gembira digendong Wakil General Manager (GM) Swasti Sari, Kasmir Kopong. Bahkan si imut itu bersikeras tak mau pindah ke tangan lain yang juga ingin menggendongnya.
Pemandangan itu tentunya seketika mengundang tawa hadirin. Sebab ulah si imut tersebut demikian menggemaskan. Ia sampai-sampai tak mempedulikan orang tuanya yang sedang berada tak jauh darinya.
Bahkan sesekali ia tersenyum ketika menoleh ke arah orang tuanya. Senyum si imut itu juga tak henti-hentinya ditebar, ketika para awak media mengarahkan kamera tuk mengabadikan momen gembira sang bocah yang satu ini.

Ingat Pesan Dokter
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Ny. Asti Lakalena mengatakan, bahwa Bakti Sosial Operasi Sumbing Bibir dan Langit-Langit merupakan kegiatan strategis hasil kolaborasi dengan KSP Kopdit Swasti Sari, Yayasan Pertama Sari Semarang dan RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang.
Saat membuka dengan resmi acara tersebut pada Kamis 20 November 2025 petang, Ny. Asti Lakalena sempat membeberkan sekilas tentang momen spesial, sewaktu Wakil GM KSP Kopdit Swasti Sari, Kasmir Kopong bersama Manager Swasti Sari Cabang Oelamasi, Hendra Siki dan Wakil Ketua II, Frans Ola Krowin menemuinya di Rumah Jabatan Gubernur NTT, beberapa waktu lalu.
Dari diskusi awal tersebut, ungkap Ny. Asti Lakalena, kemudian diikuti dengan koordinasi intensif pada hari-hari berikut dengan Pokja IV TP PKK NTT, akhirnya terlaksana Bakti Sosial Operasi Sumbing Bibir dan Langit-Langit pada saat ini.
“Bakti sosial semacam ini kita harapkan bisa dilaksanakan lagi pada hari-hari yang akan datang. Kita bisa melaksanakannya di Kupang, bisa juga di Flores atau bahkan di Sumba. Polanya sama, yakni kolaborasi dengan semua pihak untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Ny. Asti Lakalena juga menyampaikan beberapa pesan kepada pasien dan keluarga. Pesan tersebut di antaranya, jaga pola makan selama kegiatan bakti sosial ini berlangsung, tak boleh sembarang mengonsumsi permen atau makanan ringan lainnya, ingat selalu pesan dokter tentang hal-hal yang dilakukan sebelum dan sesudah operasi.

Ia pun meminta dukungan dukungan dan doa dari pelbagai pihak agar kegiatan Bakti Sosial Operasi Sumbing Bibir dan Langit-Langit di RSUD Naibonat berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan bersama. “Mohon dukungan dan doa dari semua pihak agar kegiatan ini berjalan lancar mulai dari awal sampai selesai nanti,” ujarnya.
Akankah kegiatan ini dilaksanakan lagi pada tahun-tahun mendatang? Walahualam. Namun jika semua pihak mendukung kegiatan semacam ini oleh KSP Kopdit Swasti Sari, maka tak ada yang mustahil untuk dilaksanakan seperti yang diharapkan. Semoga. (Frans Krowin)