Gandeng Istri Gubernur NTT, Swasti Sari Laksanakan CSR 2025

KUPANG, GSS – Dalam waktu dekat ini, KSP Kopdit Swasti Sari akan melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menggelar kegiatan kemanusiaan, yakni operasi bibir sumbing dan operasi mata katarak. Kegiatan ini tak hanya untuk anggota tetapi juga untuk masyarakat yang kini menderita bibir sumbing dan mata katarak.

Untuk kegiatan kemanusiaan tersebut, Swasti Sari menggandeng Ny. Asti Lakalena, istri Gubernur NTT. Ny. Asti Lakalena yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT tersebut memberikan apresiasi atas kegiatan kemanusiaan yang akan digelar Swasti Sari sebagai salah satu koperasi kredit terkemuka di Indonesia ini.

Bahkan untuk kegiatan kemanusiaan tersebut, pada Minggu 24 Agustus 2025 pukul 17.00 Wita, Ny. Asti Lakalena menerima tamu dari Swasti Sari, yakni Wakil Ketua Pengurus, Frans Ola Krowin, Wakil GM, Kasmir Kopong, Manager Cabang Oelamasi, Hendra Siki, dan Sekretaris GM, Sonya Baro.

Rapat yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur NTT itu berjalan sangat hangat. Ny. Asti Lakalena menyambut baik rencana KSP Kopdit Swasti Sari untuk menggelar kegiatan kemanusiaan berupa operasi bibir sumbing dan mata katarak bagi para penderita.

Untuk itu, katanya, Tim Penggerak PKK Provinsi NTT mendukung rencana tersebut. Timnya juga akan membantu memfasilitasi para penderita bibir sumbing dan mata katarak yang berdomisili di wilayah menjadi tempat kegiatan kemanusiaan itu.

Ny. Asti Lakalena juga meminta tim kecil Swasti Sari untuk terus bersinergi dengan TP PKK Provinsi NTT dalam membicarakan hal-hal teknis terkait kegiatan itu. “Jika harus berkomunikasi langsung dengan saya juga silahkan,” pesan Ny. Asti.

Ia menyebutkan bahwa saat ini pihaknya terus berupaya melakukan berbagai hal untuk kepentingan masyarakat dan daerah ini. Kesejahteraan masyarakat harus ditingkatkan, dan kemajuan NTT pun harus dilakukan.

POSE BERSAMA – Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Asti Lakalena bersama staf saat pose bersama pimpinan Swasti Sari, Minggu 24 Agustus 2025.

Untuk itu, pihaknya meminta dukungan berbagai pihak, termasuk dari Swasti Sari sebagai salah satu koperasi kredit terkemuka di Provinsi NTT bahkan Indonesia. Dukungan itu sangat penting bagi upaya pemerintah memajukan daerah ini dan meningkatkan derajat hidup masyarakat.

Pada momen tersebut, Ny. Asti Lakalena juga menekankan tiga hal penting yang menjadi fokus Tim Penggerak PKK NTT saat ini. Pertama, perihal kemiskinan ekstrem di daerah ini; kedua, stunting dan kesehatan ibu anak; serta ketiga, masih adanya kekerasan terhadap ibu dan anak.

Bahwa saat ini, NTT masih didera tiga hal tersebut. Untuk itu, ia berharap adanya perhatian dan uluran tangan semua pihak, termasuk dari KSP Kopdit Swasti Sari. Bahkan melalui CSR, Swasti Sari bisa ikut membantu mengentaskan tiga hal tersebut.

Untuk diketahui, jika tak ada aral melintang, maka rencana operasi bibir sumbing dan mata katarak akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Sesuai jadwal, CSR untuk kemanusiaan tersebut digelar pada November 2025 mendatang.

Sambil menunggu jadwal yang tepat, Ny. Asti Lakalena meminta Swasti Sari dan TP PKK NTT untuk terus membangun komunikasi. Yang paling penting, adalah membicarakan hal-hal teknis terkait rencana tersebut.

Hal teknis yang dimaksud adalah apakah melaksanakan operasi bibir sumbing bersamaan dengan operasi mata katarak ataukah ada pilihan lain. Jika ada pilihan lain, maka itu yang harus dibicarakan secara intensif.

Disebutkan, bahwa dalam kegiatan kemanusiaan itu, pihak lain harus dilibatkan. Pihak lain tersebut adalah tim medis. Dan sesuai data pemerintah, tim medis dari luar NTT telah beberapa kali melaksanakan bakti sosial kesehatan di daerah ini.

Ini Rencana Tahun 2025

Manager KSP Kopdit Swasti Sari Cabang Oelamasi, Hendra Siki, mengatakan, operasi bibir sumbing dan mata katarak merupakan rencana CSR untuk tahun 2025.

Operasi bibir sumbing ini, katanya, menjadi salah satu kegiatan kemanusiaan yang dilakukan di wilayah pelayanan KSP Kopdit Swasti Sari Cabang Oelamasi.

Di wilayah pelayanan Cabang Oelamasi, lanjut Hendra, saat ini masih banyak anak maupun orang dewasa yang menderita bibir sumbing maupun mata katarak. Para penderita tak hanya anggota KSP Kopdit Swasti Sari tetapi juga masyarakat umum.

Oleh karena itu, lanjut dia, saat ini pihaknya sedang mendata jumlah penderita bibir sumbing dan mata katarak. Pendataan itu dilakukan melalui kantor-kantor kas yang tersebar di wilayah pelayanan Cabang Oelamasi.

Di Cabang Oelamasi, katanya, ada 14 kantor kas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kupang. Kantor-kantor kas tersebut letaknya di kecamatan-kecamatan baik itu di wilayah Amfoang, Lelogama, Amarasi maupun di beberapa wilayah lainnya.

“Sebagian wilayah Kabupaten Kupang merupakan area pelayanan KSP Kopdit Swasti Sari Cabang Oelamasi. Di wilayah ini, masih banyak saudara-saudara kita yang menderita bibir sumbing dan mata katarak. Untuk pelayanan kemanusiaan itulah rencana CSR kita di tahun 2025 ini,” ujar Hendra Siki.

Ia menyebutkan bahwa pendataan para penderita dilakukan sesegera mungkin sehingga bisa diperoleh gambaran secara jelas tentang jumlah penderita yang menjadi target pelayanan kemanusiaan Swasti Sari melalui program CSR tahun 2025 ini.

Pada tahun-tahun sebelumnya, lanjut dia, CSR Swasti Sari umumnya berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan. Tapi tahun ini kegiatannya diperluas pada operasi bibir sumbing dan mata katarak. Soal anggaran itu merupakan wewenang kantor pusat KSP Kopdit Swasti Sari.

“Operasi bibir sumbing dan mata katarak merupakan program yang saya ajukan dalam penyusunan rencana kerja pada Desember tahun 2024 lalu. Makanya saat ini kita perjelas lagi supaya segera diambil langkah-langkah konkrit untuk pelaksanaannya,” ujar Hendra Siki.

Ia pun tak dapat menyembunyikan kegembiraannya ketika Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Ny. Asti Lakalena, mengapresiasi program CSR Swasti Sari tersebut dalam rapat terbatas di Rumah Jabatan Gubernur, Minggu 24 Agustus 2025.

“Apresiasi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT ini menjadi penyemangat bagi kami dalam mendata para penderita. Kami akan bekerja optimal agar segera mendapatkan data tersebut,” ujar Hendra di Rujab Gubernur, Minggu 24 Agustus 2025. (frans krowin)