KUPANG, GSS – Hendra Siki adalah Manager KSP Kopdit Swasti Sari Cabang Oelamasi. Ia memimpin kantor cabang yang berlokasi di Oesao, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Meskipun bersikap low‑profile, Hendra sangat komunikatif. Di cabangnya terdapat sekitar 50 karyawan yang tersebar di 13 kantor kas, yang letaknya berjauhan sehingga membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama untuk mengunjungi semuanya.
Dengan jadwal teratur, Hendra berkeliling “miniatur Swasti Sari” satu per satu. Berbekal pengalaman luas, ia tidak ragu turun langsung ke lapangan dan memimpin tim Swasti Sari di setiap kantor kas.
Karena dedikasinya yang tinggi, Hendra pernah menyampaikan pernyataan spontan kepada awak GSS saat ditanya mengenai layanan bagi anggota di pelosok Kabupaten Kupang:
“Tidak ada yang jauh bagi Swasti Sari. Kami tidak henti‑hentinya mendatangi anggota, walau harus berkorban waktu dan tenaga. Mendekatkan pelayanan langsung ke anggota adalah hal mutlak yang wajib dilakukan. Makanya, tidak ada yang jauh bagi Swasti Sari.”
Oesao merupakan salah satu dari 30 kantor cabang KSP Kopdit Swasti Sari yang tersebar di seluruh kabupaten/kota Provinsi NTT serta di luar provinsi, termasuk tiga cabang di Bali, satu di NTB, satu di Surabaya (Jawa Timur), satu di Samarinda (Kalimantan Timur), dan satu di Batam (Kepulauan Riau).
Hendra menyebut Oelamasi sebagai cabang terbesar kedua KSP Kopdit Swasti Sari, baik dari segi jumlah anggota maupun total aset. Faktor‑faktor tersebut mendorongnya terus meningkatkan layanan bersama tim.
Untuk mempermudah pengawasan kinerja, ia memperkenalkan digital system—sebuah sistem online yang pernah ia gunakan ketika memimpin Kantor Cabang Utama di Kota Kupang. Menurutnya, inovasi digital sangat penting di era kini untuk mendukung kinerja manajemen dalam melayani anggota.
“Saya selalu mendorong tim untuk terus berinovasi. Ini demi menjawab tuntutan kemajuan. Jadi, mau atau tidak, suka atau tidak suka, pola ini harus dijalankan oleh manajemen Swasti Sari.”
Ketika ditanya tentang tantangan, Hendra menegaskan bahwa tanpa tantangan tidak ada kemajuan; justru tantangan membuat tim semakin kompak dan lembaga semakin kuat bersama anggotanya.
(frans krowin)
