KUPANG, GSS – Ketua Pengawas KSP Kopdit Swasti Sari, Yohanes Ado Wayong, mengangkat bicara tentang lembaga non‑bank yang kini berusia 38 tahun. Ia menyebut masih banyak hal yang perlu dibenahi agar Swasti Sari tetap menjadi yang terbaik.
Menurutnya, pengurus dan manajemen sudah mengetahui item‑item yang harus diperbaiki, namun secara umum pembenahan wajib dilaksanakan karena masih terdapat ketimpangan yang terdeteksi selama pengawasan di tingkat cabang.
Contohnya, masih ada jabatan yang kosong di kantor cabang, cabang pembantu, maupun kantor‑kantor kas, serta kekurangan karyawan pada beberapa cabang. Kekurangan tenaga kerja ini berdampak langsung pada pelayanan kepada anggota.
Ado Wayong menekankan bahwa kekosongan tersebut harus diisi segera, tanpa menunggu proses mutasi besar‑besaran. Ia memberi contoh:
“Jika ada kekurangan teller di satu kantor cabang, hal itu harus segera diisi karena memengaruhi pelayanan kepada anggota. Ini adalah salah satu ketimpangan yang kami temui di lapangan,” ujar Ado Wayong, yang juga bekerja di Kantor Yayasan Swasti Sari Keuskupan Agung Kupang.
Untuk diketahui, Pengawas KSP Kopdit Swasti Sari terdiri atas lima orang yang secara teratur melakukan pengawasan di semua kantor cabang, cabang pembantu, dan kantor‑kantor kas. Saat melakukan pengawasan, tim tidak ragu menghubungi anggota untuk menelusuri indikasi mencurigakan, baik terkait pelaksanaan program kerja maupun potensi penyalahgunaan wewenang maupun masalah keuangan.
Atas temuan‑temuan tersebut, Ado Wayong meminta respon yang cepat dan tepat dari pengurus serta manajemen, agar permasalahan yang membelenggu dapat segera ditanggulangi demi kepentingan lembaga.
(frans krowin)
