Rofinus Rehe Jadi Contoh Anggota TWTJ di Lembata

KUPANG, GSS – Rofinus Rehe, salah satu anggota KSP Kopdit Swasti Sari Cabang Lembata, dinobatkan sebagai anggota terbaik oleh manajemen pusat lembaga keuangan non-bank ini. Ia terpilih dari antara ribuan anggota berkat kedisiplinan luar biasa dalam mengelola keuangan, baik dari simpanan rutin maupun pembayaran angsuran pinjaman yang selalu tepat waktu dan tepat jumlah (TWTJ).

Sejak bergabung pada tahun 2015 – saat KSP Kopdit Swasti Sari membuka cabang di Lewoleba, Ibukota Kabupaten Lembata – Rofinus Rehe tidak pernah tercatat terlambat dalam membayar angsuran. Ia konsisten menunaikan kewajiban pembayaran sesuai jadwal tiap bulan, dan akhirnya mendapatkan Anugerah TWTJ dari manajemen pusat. Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepadanya pada momen spesial Literasi Keuangan yang diadakan di Aula Gereja Santo Fransiskus Asisi, Lamahora-Lewoleba, pada Kamis, 7 Agustus 2024.

Acara tersebut dihadiri sekitar 70 peserta, dan penghargaan diberikan oleh Wakil General Manager (GM), Kasmir Kopong.

Lantas, siapakah Rofinus Rehe? Putra asal Atawolo, Desa Lusilame, Kecamatan Atadei, ini adalah warga Kelurahan Lewoleba Selatan, Kecamatan Nubatukan. Ia bekerja sebagai guru honor di SMA Negeri I Nubatukan. Istrinya, Sofia Lima, juga merupakan pegawai honor di salah satu sekolah di kota tersebut.

BERSAMA ISTRI - Rofinus Rehe, anggota TWTJ di Cabang Lembata saat pose bersama sang istri, Sofia Lima, di kios miliknya di Kelurahan Lewoleba Selatan.
BERSAMA ISTRI – Rofinus Rehe, anggota TWTJ di Cabang Lembata saat pose bersama sang istri, Sofia Lima, di kios miliknya di Kelurahan Lewoleba Selatan.

Sejak 10 tahun lalu, atau tepatnya tahun 2015, ia terpanggil untuk bergabung menjadi anggota KSP Kopdit Swasti Sari, saat lembaga ini memperluas usahanya dengan membuka kantor cabang di Lewoleba. Ia mengikuti keputusan ini setelah mengkaji secara mendalam tentang koperasi yang memiliki reputasi sebagai Koperasi Primer Nasional Terbaik tahun 2025.

Istri Rofinus kemudian juga bergabung, dan sejak saat itu, mereka tidak pernah berpaling dari lembaga keuangan ini. Selama rentang waktu tersebut, semua urusan keuangan keluarga dipercayakan kepada Swasti Sari. Mereka percaya bahwa Swasti Sari merupakan mitra keuangan yang tepat, sehingga mendorong mereka untuk serius merencanakan pengembangan usaha demi kehidupan yang lebih baik.

Istri Jadi Sumber Inspirasi

Dalam kegiatan Literasi Keuangan di Lewoleba, Kamis, 7 Agustus 2025, Rofinus secara terbuka menceritakan awal mula keputusannya bergabung dengan Swasti Sari. Ia mengungkapkan bahwa keputusan itu didorong oleh informasi yang dikumpulkan secara menyeluruh tentang lembaga keuangan non-bank ini saat Swasti Sari membuka cabang di Lewoleba. Ia terlebih dahulu bergabung, kemudian menyusul sang istri, Sofia Lima, untuk bergabung secara bersama-sama.

Dari sana, mereka secara rutin memanfaatkan layanan simpanan dan pinjaman yang tersedia. Rofinus menegaskan bahwa yang menjadi pendorong kedisiplinan dalam mengelola keuangan justru sang istri. Perannya sebagai pengatur keuangan keluarga menjadi kekuatan utama dalam mencapai konsistensi.

“Saya harus jujur mengatakan bahwa yang mengatur semuanya adalah istri saya. Istri saya yang selalu mengingatkan agar angsuran dibayar tepat waktu dan tepat jumlah. Uang yang disetor tidak boleh kurang, agar kami tetap dipercaya. Kepercayaan itu paling mahal,” ujar Rofinus.

Ia menekankan bahwa setiap bulan, prioritas utama adalah membayar cicilan. Pembayaran tidak boleh terlambat, juga tidak boleh lebih sedikit dari jumlah yang ditetapkan. Hanya setelah itu, kebutuhan rumah tangga lainnya dipenuhi.

“Selama ini, bayar angsuran tidak pernah telat,” tegasnya.

Dana pinjaman dari Swasti Sari digunakan untuk mengembangkan kios kecil milik keluarga. Pengembangan dilakukan secara baik, memberikan hasil yang menggembirakan.

“Ibu sangat hemat. Untung sedikit dari kios langsung disisihkan. Yang receh untuk makan, minum, dan kebutuhan rumah. Sisanya diputar lagi untuk belanja barang dagangan,” ungkap Rofinus.

Ia menyebutkan bahwa sang istri menjadi penentu penting bagi keberlangsungan keuangan keluarga.

“Tanpa ketegasan dan pengaturan baik dari istri, mungkin kami tidak bisa sebaik ini. Terus terang, kami sangat menjaga kepercayaan dari koperasi,” tambahnya.

Begini Kata Wakil GM, Kasmir Kopong

Wakil GM Swasti Sari, Kasmir Kopong, memberikan apresiasi tinggi kepada Rofinus Rehe. Ia menekankan pentingnya kerangka berpikir dalam pengelolaan keuangan: “Pikiran → Tindakan → Kebiasaan → Karakter → Nasib.”

“Jadi, kalau cara pikir kita sehat, maka tindakan akan benar, kebiasaan akan baik, karakter akan terbentuk, dan nasib pun akan berubah,” ujar Kasmir Kopong.

Ia mengapresiasi peran istri dalam keluarga sebagai manajer keuangan yang tak terlihat tetapi sangat menentukan arah dan stabilitas keuangan. Ia menyebutkan bahwa Koperasi Swasti Sari membutuhkan lebih banyak anggota seperti Rofinus — yang tidak banyak bicara, tapi konsisten, rapi, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.

“Inilah contoh yang tepat bagi kita di koperasi,” ujarnya.

Swasti Sari Tak Sekadar Beri Modal

Kasmir Kopong juga menegaskan bahwa Swasti Sari bukan hanya menyediakan dana pinjaman, tetapi juga berkomitmen untuk membentuk karakter anggota melalui pola hidup finansial yang sehat.

“Terus terang, kami tidak hanya ingin mencetak orang kaya sesaat, tapi ingin menciptakan anggota yang mapan secara pikiran, tindakan, dan karakter. Karena dari hal-hal inilah, nasib kita bisa benar-benar berubah,” tegasnya.

(frans krowin)