Seribu Anggota Ikut Literasi Keuangan

KUPANG, GSS – Dalam tahun buku 2025 ini, lebih dari seribu anggota KSP Kopdit Swasti Sari diikutkan dalam program literasi keuangan yang dilaksanakan manajemen lembaga ini. Banyaknya anggota tersebut tersebar di semua cabang yang tersebar di enam provinsi di Indonesia.

Enam provinsi yang menjadi wilayah pelayanan KSP Kopdit Swasti Sari, yakni pertama, NTT, kedua Bali, berikutnya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kalimantan Timur dan terakhir Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Di Provinsi Bali, misalnya, Swasti Sari memiliki 3 kantor cabang, yakni Cabang Denpasar, Cabang Tabanan dan Cabang Gianyar. Di NTB, Swasti Sari memiliki Kantor Cabang di Mataram. Di Jawa Timur, kantor cabangnya di Surabaya.

Berikutnya, di Kalimantan Timur, kantor Cabang Swasti Sari ada di kota Samarinda dan di Kepulauan Riau, Swasti Sari pun memiliki Kantor Cabang di Batam.

“Jadi, Literasi Keuangan ini kami laksanakan di semua kantor cabang dengan peserta anggota kita yang memiliki usaha. Narasumbernya saya bersama Wakil GM dan manager plus manajemen di kantor-kantor cabang,” ujar GM KSP Kopdit Swasti Sari, Imelda Anin.

Ilustrasi

Agenda Literasi Keuangan ini, lanjut dia, telah ditetapkan sebagai rencana kerja tahun 2025. Atas dasar itulah, sehingga pasca RAT tahun buku 2024 pada Maret 2025 lalu, manajemen melaksanakan program tersebut.

Terhitung Maret 2025 hingga saat ini, lanjut Imelda Anin, tercatat sekitar seribu anggota yang telah mengikuti kegiatan Literasi Keuangan. Para pesertanya tersebar di wilayah-wilayah pelayanan Swasti Sari.
“Selama ini, Literasi Keuangan ini berjalan sesuai rencana. Sebagian besar kantor cabang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Sementara beberapa kantor cabang lainnya sudah menjadwalkannya, sehingga tinggal menunggu waktu yang tepat untuk dilaksanakan,” ujar Imelda Anin.

Dia berharap agar pelaksanaan Literasi Keuangan tahun ini berjalan baik, tanpa ada hambatan atau pun tantangan yang mengganjal. Ia juga optimis, program tersebut berjalan sesuai rencana, karena masing-masing kantor cabang telah dan sedang menyiapkan semua hal terkait guna menyukseskan kegiatan itu.
Sejauh ini, lanjut Imelda Anin, pihaknya tidak menemukan sedikit pun rintangan yang mewarnai kegiatan tersebut. Justeru sebaliknya anggota sangat gembira, lantaran kegiatan itu sangat membantu anggota dalam menata usaha yang sedang ditekuninya.

“Terus terang, sampai saat ini kami tidak menemukan sedikit pun rintangan yang kami hadapi. Yang terjadi justeru anggota sangat senang, karena mereka mendapatkan bimbingan teknis keuangan langsung dari manajemen.”

“Dalam Literasi Keuangan itu, kami memberikan tips-tips praktis tentang tata cara mengelola keuangan yang baik untuk menumbuhsuburkan usaha yang sedang digeluti. Mungkin karena itu, sehingga anggota kita sangat senang. Mereka sangat gembira dengan adanya pelatihan itu,” ujarnya.

Bagi KSP Kopdit Swasti Sari, lanjut Imelda Anin, program Literasi Keuangan ini, merupakan salah satu dari sejumlah upaya lembaga dalam merawat anggota untuk tumbuh dan berkembang bersama Swasti Sari.
Ia meminta agar anggota yang telah mengikuti Literasi Keuangan, senantiasa menerapkan ilmu atau tips-tips yang telah diperoleh melalui pelatihan tersebut. Dengan cara itu, usaha yang sedang digeluti setidaknya akan berkembang lebih baik lagi pada hari-hari yang akan datang. (Frans Krowin)